Surabaya, Justicenusantara – Setiap tahun warga Nahdliyyin di Surabaya dan Indonesia menjalankan tradisi “Megengan”.
Berasal dari kata “megeng” yang berarti “menahan” atau “menunggu”. Pada tradisi ini, masyarakat Jawa biasanya melakukan beberapa kegiatan, seperti:
1. Menahan diri dari makan dan minum : Masyarakat Jawa biasanya menahan diri dari makan dan minum sejak pagi hingga sore hari, sebagai bentuk persiapan untuk menyambut bulan Ramadan.

2. Membersihkan rumah dan Masjid. Masyarakat Jawa biasanya membersihkan Rumah, Masjid, Mushola yang berada lingkungan sekitar, sebagai bentuk persiapan untuk menyambut bulan Ramadan.
3. Membuat makanan khas Masyarakat Jawa biasanya membuat makanan khas, seperti kue-kue tradisional dalam menyongsong bulan suci Ramadhan
4. Mengadakan acara keagamaan, Masyarakat Jawa biasanya mengadakan acara keagamaan, seperti pengajian dan tahlilan, yaitu untuk berkirim Doa kepada ahli kubur keluarga, sebagai bentuk ketaatan anak kepada orang tua dan leluhur – leluhurnya.
Tradisi Megengan memiliki makna yang dalam, yaitu sebagai bentuk persiapan spiritual dan fisik untuk menyambut bulan Ramadan, serta sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Hal itu yang menjadikan Megengan menjadi kegiatan yang Istiqomah ( Rutin ) tahunan Jama’ah Miftahul Jannah Dan Yayasan Robbul Izzati untuk tetap menjaga tradisi yang Baik di lingkungan Nahdliyyin.
Dengan menghadirkan Beberapa Kyai Nahdlatul ulama baik Tingkat Surabaya maupun Jawa Timur
Yaitu :
– Kyai Mas’ud zakaria
– Habib Husein Abu Bakar
– Kyai Muslich
– Kyai Kohar
– Gus Dullah
– Gus Mudhlor
– dan beberapa undangan lainnya
Penceramah atau tausiah Agama di sampaikan oleh Gus Mudhlor yang berpesan kepada seluruh kaum muslimin yang hadir untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kematian karena kita semua disini akan menemui kematian.
“Kita memberikan contoh yang baik dengan mengirimkan doa kepada orang tua kita yang telah meninggal ,leluhur-leluhur kita juga tidak lepas dari Doa Doa yang dilaksanakan oleh Nahdliyyin dalam tradisi Megengan ini,” jelas Gus Mudhlor.
“Mari menjelang Ramadhan ini kita mempersiapkan diri dengan meningkatkan ketaatan kita kepada Alloh SWT,” tutupnya
Mahalul qiyam yang di pimpin oleh Kyai Saiful mendatangkan kekhidmatan dan disusul pemberian santunan anak Yatim dan kaum Dhuafa oleh Jamaah Miftahul Jannah yang di wakilkan oleh Gus Mas’ud Zakaria.sebelum ditutup dengan Doa oleh Habib Husain Abu Bakar.(Herry / Red)


Komentar