Lamongan, Justicenusantara – Warga dan petani di salah satu wilayah Kabupaten Lamongan mengeluhkan adanya cairan berwarna hitam yang mengalir ke area persawahan milik mereka. Cairan tersebut diduga sebagai limbah yang mencemari lahan pertanian dan berdampak pada kesehatan para petani.
Sejumlah petani mengaku mengalami rasa gatal dan pedih pada kulit setelah terkena cairan hitam tersebut saat beraktivitas di sawah. Bahkan, beberapa di antaranya mengaku khawatir terhadap dampak jangka panjang terhadap hasil panen dan kesuburan tanah.
“Kami merasa perih dan gatal kalau terkena air itu. Warnanya hitam pekat dan baunya menyengat,” ujar salah satu petani yang enggan disebutkan namanya.
Warga menduga cairan tersebut berasal dari aktivitas industri di sekitar wilayah tersebut. Mereka berharap adanya perhatian dan tindakan tegas dari pihak terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, untuk melakukan pengecekan dan uji laboratorium terhadap cairan yang diduga limbah tersebut.
Namun hingga kini, warga menilai belum ada langkah konkret yang terlihat di lapangan. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pihak berwenang terkesan tutup mata terhadap persoalan yang merugikan petani tersebut.
Masyarakat meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan investigasi, mengambil sampel air, serta memberikan kejelasan kepada publik mengenai sumber dan kandungan cairan hitam tersebut.
Jika terbukti sebagai limbah berbahaya, warga mendesak agar pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Kasus ini pun menjadi perhatian serius warga, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Lamongan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Kabupaten Lamongan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut.(Tim)


Komentar